Alih-alih Dijanjikan Kartu Parkir Khusus, Pedagang Pasar Barabai Malah Mendapat Karcis Tulis Tangan

oleh -18 views

Pemberlakuan portal 24 jam di pasar keramat Barabai sejak 1 Oktober 2021 kemarin, memang belum sepenuhnya diterima masyarakat Hulu Sungai Tengah, terkhusus bagi pedagang ataupun pelaku usaha di pasar keramat tersebut. Alih-alih dijanjikan mendapat kartu khusus pedagang, belakangan justru karcis tulis tangan diberikan kepada mereka.

BARABAI,koranbanjarmasin.com – Keluhan para pedagang pasar keramat Barabai akibat pemberlakuan portal parkir 24 jam kembali mengemuka.Pasalnya para pedagang yang ada di kota Barabai hanya diberikan potongan kertas yang hanya ditulis tangan, untuk melewati portal elektronik pasar keramat Barabai.

Mulanya para pedangan berasumsi diberikannya kertas tersebut bisa keluar masuk hanya menggunakan kartu itu secara gratis ataupun hanya satu kali bayar, rupanya setiap keluar harus tetap membayar kembali.

Selain kertas yang hanya ditulis tangan, masyarakat dan pedagang juga mengeluhkan fasilitas yang ada di portal elektronik tersebut, diantaranya CCTV dan juga karcis yang keluar dari mesin portal.

Seperti halnya yang disampaikan Rifani seorang pedagang di pasar keramat Barabai mengungkapkan, melewati portal cuma mendapat kertas bertuliskan tangan.

“Kita ini berjualan di dalam pasar, apabila keluar bayar portal dapat kertas seperti ini saja,” ujarnya sambil memperlihatkan kertas bertulis tangan tersebut.

“yang namanya sibuk berjualan sering lupa meletakan atau hilang,waktu mau keluar lewat portal selalu bilang kalau sudah bayar, tetap ditanya mana kertasnya padahal cctv di depan portal ada, kan bisa disana mencek yang mana sudah keluar dan bayar, kenapa tetap tidak percaya, tetap mau mencari kertasnya,” Tambahnya.

Para pedagang berharap ada solusi bagi pihak terkait, sebab mereka yang beraktivitas sehari-hari di pasar dengan mobilitas yang tinggi, sangat terdampak dengan kondisi tersebut.

Dino warga Awang juga mengeluhkan hal serupa, dirinya mempertanyakan kenapa kertas parkir elektronik tersebut tidak keluar.

“kertas yang ada di dalam mesin portal tersebut pun tidak pernah lagi keluar dan mungkin tidak tersedia, kalau seperti ini, jumlah pendapatan yang masuk pasti tidak tepat,”ungkap Dino.

Dia juga menceritakan bahwa sekarang keadaan portal masuk di pasar keramat Barabai, membukanya harus dengan remot yang dipegang salah satu petugas Dishub setempat. Sebelumnya pengendara bisa langsung menekan tombol.

Kamis (11/11/2021) sekitar pukul 13.00 WITA media ini mencoba konfirmasi ke Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tidak ada yang berani berkomentar terkait dengan portal elektronik 24 jam di pasar keramat Barabai tersebut. Sementara Kepala Dinas Perhubungan tidak berada ditempat, kata salah satu pegawai yang bertugas disana.

(Mj-41/slv)