Aksi Begal di Kalsel, Asrat Pelaku Begal dan Penganiayaan Sadis di Kotabaru Tertangkap

oleh -31 views

Pasca kejadian dugaan pembegalan terhadap pengendara motor Ibu dan Anak, di Desa Gemuruh, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru, hingga mengakibatkan korban Mahriani (53) mengalami patah tulang dibagian tangan akibat terjatuh dari motor, dan mengalami luka bacokan, serta Aulia Sari (14) mengalami luka bacok dibeberapa bagian tubuh pada Selasa (5/10/2021) malam.

Selang tidak berapa lama polisi berhasil menangkap Asrat (26) pelaku pembegalan tersebut. Anehnya dihadapan wartawan pelaku yang sehari – hari bekerja sebagai tukang kebun itu mengaku dendam lama kepada korban.

KOTABARU,koranbanjarmasin.com – Kejadian tersebut diketahui pada Selasa (5/10/2021) malam, sekitar Pukul 18.00 Wita. Sedangkan Pelaku diketahui bernama Asrat (26), yang juga merupakan warga Pulau Laut Barat Kotabaru.

Adanya kejadian tersebut, Tim Resmob Polres Kotabaru (Macan Bamega) bersama Resmob Polda Kalsel, dan jajaran Polsek Pulau Laut Barat, langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku, dalam 2×24 jam, dan berhasil meringkus pelaku di kediamanya, pada Kamis (7/10/2021) dini hari.

Kapolres Kotabaru, AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar, saat Pers Liris mengatakan, pada saat melakukan penangkapan, Kasat Reskrim Polres Kotabaru beserta Kapolsek Pulau Laut Barat mendatangi Istri dan keluarga Pelaku, sehingga Istri dan keluarga pelaku akhirnya menyerahkan Pelaku ke Polsek Pulau Laut Barat.

“Jadi dalam waktu 27 jam kita berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku yang diduga melakukan tindak pidana kekerasan dalam hal ini penganiayaan dan perampasan Uang serta Handpone korban,” katanya.

Adapun motif pelaku, sambung Gafur Siregar. Pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan akan mendalami lagi latar belakang dari ulah pelaku tersebut. Sebab berdasarkan keterangan pelaku, aksinya itu dikarenakan dendam lantaran dituduh mencuri oleh korban, sedangkan korban saat ditanya tidak seperti itu.

“Kita masih mendalami lagi, dan akan mempertanyakan ke pelaku lebih dalam lagi. Sebab motip perbuatan pelaku ini saat beraksi setelah diberikan barang-barang dan uang oleh korban. Pelaku tetap melakulan kekerasan terhadap korban,” ucapnya.

Tak hanya itu, pelaku juga diketahui sudah beberapa kali sempat melakukan aksi pencurian, namun hanya diurus secara kekeluargaan.

Saat melakukan penangkapan, jajaran Polres Kotaabaru juga berhasil menyita beberapa barang bukti berupa pakaian pelaku saat kejadian dan pakaian kedua korban saat kejadian, serta Hendphone dan uang korban yang diambil oleh palaku.

“Tapi kita belum menemukan senjata tajam yang digunakan pelaku saat melakukan kekerasan terhadap korban, sebab pelaku mengaku membuang sajam ini ke sebuah sungai dan saat dicari kondisi sungai pada saat itu keruh sehingga sulit untuk mendapatkan sajam milik pelaku ini,” tandasnya.

Akibat perbuatanya itu, sambung Gafur Siregar, pelaku akan dijerat pasal 368 KUHP dan 351 Ayat (2) KUHP serta tindak pidana kriminal terhadap anak, yang mana ancaman hukuman 15 tahun pidana penjara.

Sementara pelaku Asrat (26) mengaku, dendam terhadap korban lantaran dituduh mencuri buah nangka korban, padahal pelaku sudah sempat mengatakan kepada korban bahwa tidak pernah mencuri buah milik korban.

“Seandainya saya tidak dituduh saya pasti tidak membacok korban. Sedangkan Handphone dan uang nya itu saya ambil karena saya diberi, dan itupun saya tidak minta. Setelah mereka sudah tidak berdaya meminta ampun dan meminta pulang, setelah mereka pulang saya juga langsung pulang dan membuang  pisau saya ke sungai,” katanya

(cah/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.