Aditya Mufti Ariffin : Banjarbaru Bersiap Laksanakan PTM

oleh -12 views

Kasus Covid 19 di Kota Banjarbaru cukup melandai. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga diperkirakan turun ke Level III. Maka, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) juga segera dilaksanakan.

BANJARBARU,koranbanjarmasin.com – Rencananya, PTM di Kota Banjarbaru akan dilaksanakan pada awal Oktober nanti.

Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengungkapkan seusai rapat dengan Dinas terkait serta Forkopimda Kota Banjarbaru membahas persiapan PTM, Jumat (17/9/2021).

“Perkembangan Covid 19 lumayan melandai, dan kemungkinan Level PPKM akan turun. Jadi rencana PTM akan dilaksanakan, tapi dengan beberapa catatan,” ungkapnya.

Nantinya, apabila PTM dimulai akan dilakukan dulu ke sekolah percontohan. “Jadi ada sekolah piloting yang melaksanakan PTM, dan sudah siap. Seperti yang dijelakan Kadisdik tadi,” ujarnya.

Dijelaskannya, sekolah yang dijadikan percontohan mampu dalam menerapkan protokol kesehatan. Dari saranan dan prasarana untuk menunjang prokes. Seperti adanya alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan, dan alat untuk sterilisasi ruangan.

“Selain itu, peran orang tua peserta didik harus dilibatkan lagi. Tentang pembelajaran, perizinan, dan pengawasan terhadap anak,” katanya.

Kepada Dinas Pendidikan, Walikota juga menekankan agar pembelajaran tidak difokuskan di dalam ruangan saja, tapi diluar juga.

“Sirkulasi udara diperluakan saat situasi pandemi ini. Yang terbaik, udara berada di luar ruangan,” ucapnya.

Untuk PTM Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pihaknya meminta kepada sekolah untuk menyiapkan ruang tunggu khusus. Agar menghindari kerumunan orang tua maupun keluarga yang mengantar.

Pemko juga nantinya akan memberikan reward kepada sekolah yang bisa menerapkan prokes, serta memastikam sarana dan prasarana yang baik.

“Sebaliknya, jika ada sekolah yang prokesnya kendur, dan sarana prasarana tidak berfungsi maka ada phunisment. Jadi diharapkan, peran dari kepala sekolah, guru, pengurus sekolah lainnya untuk lebih fokus lagi dalam penanganan peserta didik termasuk dalam pelaksanaan 5 M,” tutupnya.

(maf/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.