3 Karomah Habib Basirih yang Tidak Diketahui Banyak Orang

oleh -220 views
3 Karomah Habib Basirih

Secara umum, kisah keramat Habib Basirih sudah banyak diketahui masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Namun secara khusus, sebenarnya masih banyak yang bisa digali dan diceritakan oleh zuriat Habib Basirih.

Bisa dikatakan, setiap hari ketika beliau mendapat karomah majdzub, selalu ada bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan – cerita-cerita yang memang ada saksinya dan bertemu langsung di masa Habib Basirih masih hidup. Mereka inilah yang kemudian menceritakan tentang kekeramatan Habib Basirih kepada orang-orang dari mulut ke mulut.

Dalam kesempatan ini, sebagai salah seorang zuriat Habib Basirih, ulun akan menceritakan beberapa kekeramatan beliau yang selama ini jarang diketahui masyarakat secara luas, kecuali di lingkungan keluarga Habib Basirih itu sendiri.

Sekilas Tentang Habib Basirih

Al Quthub Al Habib Hamid Bin Abbas Bahasyim (Wali Majdzub Asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan).¬†Beliau masyhur dikenal dengan julukan “Habib Basirih / Datuk Keramat Basirih”. Begitulah masyarakat kalimantan mengenal beliau karena tinggal dan di makamkan di Kampung Basirih (Banjarmasin-Kalimantan Selatan),

Di mata masyarakat Kalimantan, Beliau adalah seorang Wali Quthub yang Waro’ dan memiliki berbagai kelebihan/karomah yang luar biasa dan ajaib. Berikut adalah 3 karomah Habib Basirih yang tidak diketahui banyak orang.

Habib Basirih Menginjak Tumpukan Telur dan Tidak Pecah

Keramat Habib Basirih menginjak tumpukan telur dan tidak pecah bermula ketika ada seorang pedagang telur menggunakan perahu kelotok mendatangi beliau.

Tujuan pedagang tersebut adalah meminta agar Habib Basirih berkenan mendoakan agar dagangan telurnya laris. Apa yang didapat pedagang tersebut justru sebaliknya. Habib Basirih tidak memberikan doa, tapi justru langsung naik ke atas kelotok dan menginjak telur-telur pedagang tersebut dan mendudukinya.

Saat itulah kekeramatan Habib Basirih diperlihatkan Allah SWT kepada si pedagang telur. Tak satu pun telur milik pedagang tersebut pecah. Tak lama berselang, Habib Basirih pun kembali masuk ke dalam rumah dan pedagang itu pun kemudian pergi. Peristiwa aneh yang baru saja dialami tersebut lantas ia ceritakan kepada orang-orang yang ditemuinya.

Dengan mata kepala sendiri si pedagang tersebut melihat ketika Habib Basirih menginjak dan menduduki dagangan telurnya namun tak satu pun yang pecah.

Tanpa disangka, cerita itu justru membuat dagangan telurnya laris manis dan habis terjual.

Habib Basirih Bersikeras Mengatakan Kambing yang Sudah Mati, Masih Hidup

Peristiwa ini terjadi dalam situasi saat warga Basirih mendatangi beliau untuk menanyakan persiapan kambing yang akan dijadikan sebagai bahan masakan untuk hajatan selamatan. Saat itu, Habib Basirih tidak memberikan jawaban pasti, hanya mengatakan nanti ada kambing di tepian sungai.

Seperti yang diisyaratkan, tak lama waktu berselang, warga melihat ada kambing yang hanyut di sungai. Mereka pun dengan berbagai cara agar bisa membawa kambing tersebut ke tepian. Mereka pun segera menemui Habib Basirih untuk menceritakan tentang kambing temuan mereka tersebut.

Kepada Habib Basirih, warga menceritakan kambing temuan mereka yang hanyut di sungai sudah mati dan menjadi bangkai, bahkan badan kambing itu sendiri sudah membengkak. Hal itu lantas disangkal Habib Basirih dan mengatakan bahwa kambing yang mereka temukan masih hidup.

Pernyataan Habib Basirih tersebut membuat warga heran, terlebih ketika Habib Basirih  meminta warga untuk kembali ke tepian sungai, memeriksa kambing yang mereka temukan.

Sampai ke tepian sungai, warga pun segera mengangkat kambing ke daratan, saat itulah kambing yang semula mereka katakan mati terlihat segar bugar. Singkat cerita, kambing itu pun lantas mereka sembelih untuk bahan makanan acara selamatan.

Habib Basirih dan Lam Jalalah untuk Pejuang Banjarmasin

Dalam perjuangan rakyat Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarmasin, Habib Basirih juga memiliki peran penting dalam memberikan bekal keselamatan bagi para pejuang. Ketika para pejuang di Banjarmasin datang ke Habib Basirih untuk didoakan, beliau justru tidak membacakan doa, namun memberikan lembaran kertas bertuliskan Lam Jalalah.

Al hasil, berkat karomah Habib Basirih dan keyakinan kuat, selama menjalani peperangan, para pejuang yang membawa kertas bertuliskan Lam Jalalah dari Habib Basirih tersebut sedikit pun tidak terkena peluru yang ditembakan dari musuh

Demikian 3 karomah Habib Basirih yang bisa ulun tuliskan dalam kesempatan ini. Insya Allah akan kita sambung dalam tulisan-tulisan berikutnya. (*Habib Fathurrahman Bahasyim, Buyut dari Habib Basirih).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *